Sejarah Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah salah satu ilmu yang sudah sangat lama ada di dunia ini, walaupun tidak ada literatur yang dapat menjelaskan dengan pasti kapan sebenarnya ilmu manajemen proyek ini mulai diterapkan di dunia.

Namun demikian, salah satu bentuk paling awal penerapan manajemen proyek di dunia adalah pada saat pembangunan Piramida Besar Raja Khufu di Giza, Mesir yang diselesaikan pada tahun 2570 SM atau lebih dari 4500 tahun yang lalu.

Piramida Raja Khufu di Giza, Mesir

Menurut para sejarawan dan catatan kuno yang ada, pada saat pembangunan piramida tersebut ditunjuk sekelompok orang untuk mengawasi penyelesaian keempat sisi piramida, dan mereka juga bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Contoh lainnya bagaimana penerapan manajemen proyek digunakan dalam sejarah kuno sejarah kuno adalah pembangunan Tembok Besar China yang konstruksinya dimulai zaman Dinasti Qin pada tahun 220 – 206 SM.

Tembok Besar China

Tembok Besar China ini mungkin adalah salah satu proyek konstruksi terbesar yang pernah ada di dunia, baik dari segi luasnya proyek di mana panjang keseluruhan tembok adalah 21.196 km, maupun dari jangka waktu pelaksanaannya yang memakan waktu ratusan tahun dan melibatkan beberapa dinasti kekaisaran di China.

Lalu bagaimana di Indonesia?

Kita semua tentu mengenal Candi Borobudur, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Diperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 800 Masehi dan proses pembangunannya memakan waktu 75 – 100 tahun.

Candi Borobudur

Bisa kita bayangkan bagaimana manajemen proyek diterapkan pada proses pembangunan Candi Borobudur pada saat itu, sehingga dengan tanpa adanya alat-alat berat seperti yang kita lihat sekarang ini, dapat dihasilkan suatu candi yang sangat besar dan presisi.

Demikian juga dengan pembangunan bangunan-bangunan bersejarah lainnya yang ada di dunia ini, manajemen proyek pasti diterapkan dengan walau tingkat yang berbeda-beda.

Era Revolusi Industri

Era revolusi industri yang dimulai pada tahun 1750 membawa perubahan besar dalam pengembangan manajemen proyek. Pada masa itu pabrik-pabrik dibangun dalan skala besar dan jalur transportasi kereta api jarak jauh juga dibangun secara besar-besaran. Ini berarti juga ditunntut suatu manajemen proyek yang lebih baik dari era sebelumnya.

Era Awal Abad ke-20

Sebuah inovasi besar di bidang manajemen proyek terjadi di tahun 1917 ketika Henry Gantt yang pada saat itu terlibat pada proyek pembangunan kapal selama Perang Dunia I membuat dan merancang suatu diagram untuk dapat memeriksa setiap langkah dari proses pembagunan kapal sehingga dia bisa mendapatkan pandangan keseluruhan yang jelas tentang proyek tersebut. Diagram ini kita kenal dengan nama Gantt Chart.

Gantt Chart

Saat ini Gantt Chart hampir pasti digunakan dalam manajemen proyek apapun di dunia ini.

Era Modern

Meskipun telah ada beberapa bentuk manajemen proyek sejak awal peradaban, namun manajemen proyek dalam arti modern dimulai pada tahun 1950-an, ketika ketika manajemen proyek menjadi diakui sebagai disiplin yang berbeda dan berbagai perusahaan mulai menerapkan manajemen proyek untuk menyelesaikan suatu proyek yang kompleks.

Salah satu penemuan paling penting dalam manajemen proyek dalam era tahun 1950-an adalah Critical Path Method (CPM) yang dikembangkan oleh DuPont Corporation dan Remington Rand Corporation pada tahun 1957.

Critical Path Method

Tujuan CPM adalah untuk menilai dan menghitung kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dan memprediksi panjangnya masing-masing fase ini, sehingga didapat satu jalur yang paling kritis yang merupakan waktu tersingkat yang dimungkinkan untuk menyelesaikan proyek tersebut tanpa adanya fleksibilitas.

Perkembangan penting lainnya dari era ini adalah Program Evaluation Review Technique (PERT) yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai bagian dari program kapal selam rudal Polaris pada tahun 1958.

Program Evaluation Review Technique

Mirip dengan CPM, PERT digunakan untuk menganalisis tugas-tugas yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tertentu, serta memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas ini, dan proyek itu sendiri.

Meskipun kedua metode ini sangat mirip, ada perbedaan kritis antara keduanya. CPM digunakan untuk proyek-proyek di mana waktu di mana setiap tugas individu seharusnya dilakukan diketahui, sementara itu PERT digunakan untuk proyek-proyek di mana waktu ini bervariasi atau tidak diketahui. Karena perbedaan ini, CPM dan PERT digunakan dalam konteks yang sama sekali berbeda, dan tidak dapat dipertukarkan.

Pada tahun 1962, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menciptakan konsep Work Breakdown Structure (WBS) sebagai bagian dari proyek rudal balistik kapal selam yang diluncurkan oleh Polaris.

Work Breakdown Structure

WBS adalah struktur pohon yang lengkap dan hirarki dari kegiatan yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan proyek. WBS tetap menjadi salah satu alat manajemen proyek yang paling umum dan berguna saat ini dan biasanya dikombinasikan dengan Gantt Chart dalam membuat jadwal pelaksanaan proyek.

Menjadi Profesi

Selain perkembangan di bidang teori, profesi di bidang manajemen proyek juga berkembang dengan munculnya berbagai asosiasi profesi yang berkaitan dengan manajemen proyek berskala internasional, misalnya:

Pada tahun 1956, American Association of Cost Engineers (AACE) dibentuk oleh praktisi manajemen proyek dengan spesialisasi perencanaan, penjadwalan, perkiraan biaya, dan pengendalian jadwal proyek. Saat ini AACE dikenal dengan nama AACE International.

Pada tahun 1965, International Project Management Association (IPMA) didirikan di Vienna, Austria, sebagai sebuah federasi dari beberapa asosiasi manajemen proyek nasional di Eropa.

Pada tahun 1969, Project Management Institute (PMI) dibentuk di Amerika Serikat. PMI menerbitkan buku panduan yang sering disebut dengan PMBOK Guide (Project Management Body of Knowledge Guide) yang sangat terkenal sebagai panduan manajemen proyek yang bersifat umum dan dapat diterapkan ke berbagai macam proyek.

Selain itu masih banyak lagi organisasi profesi di bidang manajemen proyek ini, baik yang bersifat internasional maupun nasional di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Era Masa Depan

Pada era globalisasi dan era informasi saat ini, dunia berubah dengan sangat cepat. Proyek akan menjadi lebih besar, lebih kompleks, dan tentunya semakin sulit untuk dikelola.

Teknik-teknik baru dalam ilmu manajemen proyek yang akan menjadikan pelaksanaan proyek menjadi lebih efisien pasti akan muncul seiring dengan waktu, dan kita akan menjadi saksinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*