Milestone dalam Manajemen Proyek

Milestone (dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai tonggak sejarah) dalam suatu proyek adalah suatu pencapaian penting yang terukur dengan jelas dalam tahapan penyelesaian suatu proyek.

Dalam suatu proyek bisa saja terdapat beberapa kali milestone, tergantung pada kebutuhan dalam proyek tersebut dan kesepakatan para pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Dalam pembuatan project schedule (jadwal pelaksanaan proyek), milestone ditulis sebagai suatu aktivitas tanpa durasi dan hanya mencantumkan tanggal di mana milestone tersebut harus dicapai.

Milestone proyek ini sangat penting dan umumnya tertulis di dalam perjanjian kontrak proyek antara pemberi kerja dan penerima kerja dan berfungsi sebagai alat dalam manajemen proyek untuk mengukur apakah pelaksanaan proyek masih sesuai, lebih cepat, atau bahkan sudah lebih lambat dari jadwal pelaksanaan proyek yang telah disepakati bersama dalam kontrak proyek.

Walaupun keterlambatan tercapainya suatu milestone umumnya tidak mengakibatkan denda bagi penerima kerja, namun keterlambatan tercapainya suatu milestone akan mengakibatkan penerima kerja harus melakukan percepatan berbagai aktivitas di tahap selanjutnya dalam pelaksanaan proyek karena keterlambatan tercapainya suatu milestone tidak mengubah jangka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan yang telah disepakati bersama dalam kontrak, kecuali memang ada kesepatan lain dalam kontrak di mana keterlambatan tercapainya suatu milestone bukan disebabkan oleh kesalahan penerima kerja dan penerima kerja berhak meminta perpanjangan waktu penyelesaian proyek.

Contoh dari milestone proyek adalah kontrak proyek antara pemberi kerja dan penerima kerja untuk pembuatan bangunan ruko 4 lantai dengan jangka waktu penyelesaian selama 12 bulan sejak kontrak efektif. Milestone yang ditetapkan dalam kontrak proyek ini adalah serah terima lahan pada akhir bulan pertama, peletakan batu pertama pada akhir bulan kedua, dan pengecoran struktur atap pada akhir bulan ke enam.

Di sini terlihat bahwa tercapainya suatu milestone tidak hanya ditentukan oleh penerima kerja saja tetapi juga oleh pemberi kerja, dalam contoh di atas pemberi kerja harus dapat menyerahkan lahan ke penerima kerja dalam jangka waktu satu bulan sejak kontrak efektif, dan keterlambatan milestone pertama ini dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian suatu proyek secara keseluruhan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*