Apa Itu Proyek?

Jika kita mendengar kata proyek, maka bisa saja yang terbayang adalah suatu pekerjaan konstruksi berskala besar dan melibatkan banyak orang dengan biaya yang sangat tinggi, seperti pembangunan jalan tol atau pembangunan gedung pencakar langit.

Apakah itu salah? Tentu saja tidak. Karena baik proses pembangunan jalan tol atau pembangunan gedung pencakar langit itu adalah kegiatan suatu proyek. Namun demikian, pengertian dari proyek jauh lebih luas dari itu dan dapat diterapkan di segala bidang.

Lalu, apa sebenarnya pengertian dari proyek? Kalau kita membaca banyak literatur yang ada, banyak didapatkan definisi tentang proyek, namun secara umum proyek adalah suatu kegiatan sementara yang dilakukan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa yang bersifat unik.

Dari pengertian proyek di atas, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu “kegiatan sementara” dan “barang atau jasa yang bersifat unik”

Apa yang dimaksud dengan kegiatan sementara?

Kegiatan sementara artinya suatu proyek harus mempunyai batasan waktu yang jelas kapan dimulainya dan kapan selesainya. Jadi suatu kegiatan operasional rutin tidak bisa dikategorikan sebagai proyek.

Mengenai durasi waktu dari dimulainya proyek sampai dengan selesainya proyek, tidak ada batasan waktu yang jelas karena tergantung dari jenis proyek tersebut. Misalnya proyek pembangunan suatu pembangkit listrik tenaga uap bisa berdurasi selama tiga tahun, sementara proyek pengembangan suatu software sederhana bisa saja hanya memakan waktu beberapa hari saja.

Secara umum proyek dinyatakan selesai apabila barang atau jasa yang dihasilkan proyek tersebut sudah diserahkan dari pelaksana proyek kepada pemilik proyek, namun demikian bisa saja proyek dinyatakan selesai apabila:
– kebutuhan akan proyek tersebut tidak ada lagi dan proyek dihentikan oleh pemilik proyek.
– tidak tersedianya dana untuk menyelesaikan proyek tersebut.
– tujuan proyek tidak akan tercapai atau dapat dicapai karena tingkat kesulitan yang tinggi, misalnya tidak adanya sumber daya manusia atau peralatan yang bisa menunjang pelaksanaan proyek tersebut.
– proyek dihentikan oleh otoritas pemerintah atau putusan pengadilan.

Walaupun proyek adalah kegiatan sementara, namun tidak ada batasan berapa lama produk barang atau jasa yang dihasilkan dari proyek tersebut bisa digunakan. Dari yang sebentar saja sejak proyek itu berakhir atau bisa sampai ratusan tahun seperti pada bangunan bersejarah di dunia yang banyak ketahui dan tentu saja dibuat dalam suatu proyek ratusan tahun yang lalu.

Lalu apa yang dimaksud dengan barang atau jasa yang unik?

Sebelum kita bahas tentang barang atau jasa yang unik, perlu dijelaskan di sini bahwa barang atau jasa dari suatu proyek tidak harus dalam bentuk yang mempunyai wujud (tangible), tapi bisa saja yang tidak berwujud (intangible). Dari sini jelaslah bahwa ruang lingkup proyek itu sangat luas sekali dan terjadi dalam segala bidang, contohnya:
– Proyek konstruksi bangunan.
– Proyek pengembangan software.
– Proyek pemetaan penduduk di suatu daerah.
– Proyek peningkatan proses bisnis dalam organisasi.
– Proyek riset penerimaan pasar terhadap suatu produk baru.
– dan lain-lain.

Kalau begitu, apa yang dimaksud dengan “unik” di sini. Unik di sini adalah setiap proyek mempunyai ciri khas sendiri yang tidak mungkin sama dengan proyek lain, walaupun produk yang dihasilkan identik. Misalnya proyek pembuatan menara kembar, walaupun pemilik dan pelaksana proyeknya mungkin sama, paling tidak kedua menara tersebut berada di lokasi yang mempunyai titik koordinat yang berbeda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*